Postingan

Menampilkan postingan dengan label filsafat

Kota Tanpa Sastra

Ketika saya dengan khusyuk membaca karya-karya sastra, beberapa teman yang notabene adalah kandidat master berkomentar bahwa saya telah salah ambil jurusan di MM. andaikata hal ini terjadi begitu saja tanpa kita lihat akar permasalahan, sudah barang tentu akan terasa sangat janggal. Bagaimana mungkin seorang kandidat master memiliki pemahaman demikian sempit terhadap karya sastra, yang konon Pramoedya Ananta Toer pernah berkata bahwa kita boleh saja menjadi sangat ahli dalam berbagai bidang akademik, namun tanpa sastra kita hanya menjadi sebuah robot sahaja. Kita tahu bahwa Pram adalah satu-satunya pujangga nusantara yang mendapat prioritas memperoleh nobel sastra. Sastra bagi Pram adalah sebuah wahana untuk menegaskan jatidiri kita sebagai manusia. Kembali kepada permasalahan di awal tadi, andaikata saya masih berada di Djogja tentu tidak akan keluar komentar bahwa saya salah jurusan, meskipun seringkali juga saya merasa manajemen kurang pas bagi jiwa saya. Komentar yang keluar dari ...