Meredam daya kritis seni jalanan
Pameran Wall Street Arts yang digelar pada 10 Juli hingga 2 Agustus 2010 di galeri Salihara Pasar Minggu Jakarta bisa kita baca sebagai upaya meredam binalitas seni jalanan dengan jalan mengandangkannya ke dalam museum dan galeri-galeri seni, hal mana terjadi dalam sejarah politik Indonesia dengan jalan stabilitas kampus yang mengandangkan mahasiswa dari protes jalanan. Seni jalanan yang awalnya merupakan sebuah langkah pemberontakan atas seni rupa arus utama yang mapan dalam galeri-galeri seni, kini justru masuk ke dalam the establish itu sendiri. Pertentangan terkait hal ini kalau kita ulur ke belakang akan menemukan referensinya ketika terjadi peralihan dari modern menuju postmodern. Usut punya usut, akarnya adalah masalah bagiamana sesungguhnya seni harus berhubungan dengan realitas sosial yang ada di sekelilingnya. Adorno menganjurkan untuk meneruskan proyek modernitas dengan memisahkan seni dari realitas sosialnya. Seni dalam pandangannya adalah pure seni yang berada dalam mena...