Saya tidak ingat betul kapan lagu Surti Tejo muncul, namun seingat saya, lagu ini rilis tahun 2000 atau 2001. Awalnya, ketika saya mengikuti lirik lagu ini, yang muncul adalah lirik-lirik jorok yang mengumbar suasana mesum. Namun bila ditelaah lebih lanjut, kekuatan lagu ini justru bukan pada aroma mesum lirik-liriknya, melainkan justru nilai kritisnya atas fenomena sekitar. Minimal ada tiga hal yang dapat saya tangkap dari suara serak kering vokalisnya, yaitu: Pendidikan Lagu ini mencoba melihat betapa rendahnya pendidikan masyarakat pedesaan. Kesan ini dapat kita lihat dalam lirik “..mereka saling mencinta sejak lulus SD”. Lirik ini bukanlah untuk menonjolkan panjangnya waktu pacaran yang dimulai sejak lulus SD,bukan pula mengeksplor kesetiaan seorang kekasih, tapi lebih menekankan kata “SD”, yang artinya memang itulah pendidikan tertinggi dari Surti dan Tejo. Makna inilah yang kemudian membantu untuk memahami poin kedua. Ekonomi Sebagai seorang lulusan SD saja, Tejo merantau ke kota...
Secara sederhana, demokrasi dapat kita katakan sebagai suatu pemerintahan yang pro rakyat, sebab memang berasal dari rakyat itu sendiri. Untuk mencapai hal itu, dibentuklah sistem yang menghindari penumpukan kekuasaan pada satu lembaga saja, maka kemudian dikenal istilah trias politika. Selain itu, mekanisme pemilihan juga dibuat sedemikian rupa untuk menghasilkan suatu rezim pemerintahan yang baik. Secara sederhana pula, kita dapat mengatakan bahwa proses pemilihan rezim, harus melalui mekanisme yang bebas, dimana konstituen dijamin kebebasannya dalam memberikan hak pilih. Kebebasan ini meniscayakan minimal dua hal, yaitu terbukanya akses informasi yang luas terhadap pilihan yang dihadapi dan kemandirian dalam menentukan pilihan. Dalam dataran konsep, kedua hal tersebut di atas tertuang dalam pelaksanaan pemilu yang luber dan jurdil. Bahkan pelaksanaan pemilu di negara kita belakangan ini juga melibatkan berbagai unsur swasta sukarela yang melakukan pengawasan. Namun mekanis...
Komentar
Posting Komentar